Sumber-sumber energi tenaga terbarukan seperti Angin, Air dan Sinar Matahari, tercatat 17 persen dari campuran energi di EU tahun 2016 dan 8,5 persen tahun 2004, tahun pertama angka-angka yang ada, kata Eurostat.
Sasaran tahun 2020 merupakan batu loncatan untuk mencapai target 32 persen pada 2030.
"Uni Eropa berada di jalur tepat untuk memenuhi sasaran terbarukannya tahun 2020, dengan 11 negara anggota sudah berada di atas target nasional mereka," kata Komisaris Iklim Miguel Arias Canete, yang mengimbau blok itu untuk mencapai emisi nol, yang dilansir dari Antara (14/2/2019).
Laporan itu menyebutkan Swedia memiliki saham tertinggi dari konsumsi Energi Terbarukan, dengan lebih dari setengah energinya berasal dari sumber-sumber terbarukan pada tahun 2017.
Luxembourg memiliki proporsi paling rendah, dengan sumber-sumber Energi Terbarukan hanya 6,4 persen dari penggunaan energi.
Hingga 2017, Belanda, Prancis, Irlandia, Inggris, Polandia dan Belgia termasuk di antara negara-negara anggota EU yang masih belum mencapai sasaran yang mereka tetapkan tahun 2020.
Lembaga Lingkungan Hidup Eropa mengatakan tahun lalu bahwa perubahan blok itu menuju Energi Terbarukan berjalan lamban. Keadaan itu menyebabkan kemampuan untuk mencapai sasarannya pada tahun 2020 dan 2030 belum terlihat.
Sasaran-sasaran tersebut merupakan bagian dari kebijakan bersama blok itu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan sedikitnya 40 persen di bawah tingkat tahun 1990 pada tahun 2030, sesuai dengan Perjanjian Paris guna menjaga pemanasan global berada di bawah 2 derajat.
Editor : Esam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar