Siswa Lawton Chiles Middle Academy di Lakeland, Florida itu pun dituduh mengganggu jalannya acara sekolah dan menolak penahanan saat terjadi kekacauan itu, tepatnya tanggal 4 Februari 2019 silam.
Bocah lelaki itu juga diskors selama 3 hari.
Menurut sang ibu, Dhakira Talbot, otoritas terlalu berlebihan dengan menahan sang anak.
"Belum pernah anak saya diperlakukan seperti ini. Bukan seperti ini caranya menanganinya. Jika ada hukuman untuknya, seharusnya masih dalam lingkup sekolah, bukan ditahan aparat seperti ini," protesnya.
Kejadian itu bermula saat sang guru pengganti, Ana Alvarez, memerintahkan bocah malang itu berdiri untuk mengucapkan Sumpah Kesetiaan. Namun, putra Dhakira Talbot itu menolaknya dengan alasan bendera itu rasis dan lagu kebangsaannya menyakitkan hati.
Bocah kelas 6 itu pun terlibat adu mulut dengan sang guru pengganti yang berasal dari Kuba.
Tak hanya itu, si bocah juga diduga menyebut jajaran pemimpin sekolah itu rasis dan mengancam akan memecat sang guru itu serta kepala sekolahnya. Bahkan, Alvarez mengatakan bocah itu mengancam akan memukulnya. Sebaliknya, si bocah membantah telah mengancam akan memukul sang guru pengganti itu.
Sementara itu, juru bicara Sekolah Umum Wilayah Polk, Kyle Kennedy, membantah bocah itu ditahan lantaran menolak bersumpah setia.
"Siswa tidak wajib ikut dalam pengucapan Sumpah Setia. Ia ditahan karena mengganggu dan berulang kali menolak mengikuti instruksi staf sekolah dan penegak hukum," tandasnya.
Kennedy tak bisa mengungkapkan detail hukuman kedisiplinan yang dijatuhkan pada bocah itu. Selain itu, Alvarez sang guru pengganti tak lagi dipekerjakan di sekolah itu.
Editor : Esam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar